Website SMA Negeri -  1 Pangkalan Bun

Kontak

  • Telp
    0532-21233
  • Fax
    0532-21233
  • Email
    sma1pbun@yahoo.co.id

Layanan Lain

  • Cek Absen Online
  • Kemdikbud
  • Sertifikasi Guru
  • BSE
  • Rumah Belajar

Statistik Pengunjung

Total Pengunjung :
IP address anda : 34.239.167.149

Praktik baik PTM terbatas di masa Pandemi Covid-19 2021

Umum - 25 Desember 2021

PENDAHULUAN

      


daring dari rumah dengan menggunakan aplikasi WA, Zoom, Googleclassroom, Edmodo, Vidio Coll, Web, Email, dan lain-lain.

Berdasarkan SKB 4 Menteri (menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Kesehatan, dan Menteri Agama Republik Indonesia, Surat Edaran Gubernur Kalimantan Tengah Rekomendasi Tim Gugus Covid-19 Kabupaten Kotawaringin Barat serta Panduan Pembelajaran Tatap Muka terbatas dari kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2021 bahwa pembelajaran Tatap Muka terbatas sudah dapat dilakukan dengan ketentuan dilakukan simulasi terbatas, penerapan protokol kesehatan secara ketat, yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan.

Peraturan dan ketentuan tersebut pada satu sisi memberi ruang yang seluas-luasnya bagi kepala sekolah sebagai pemegang posisi puncak yang memegang kunci keberhasilan dalam mencapai tujuan yang ditentukan (Rohiat) dan guru untuk bekerja keras dan cerdas menyiapkan penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka terbatas, baik kesiapan Tim gugus covid, kesiapan diri secara fisik, memberikan edukasi kepada siswa, orang tua siswa untuk disiplin prokes dan mengikuti vaksinasi maupun kesiapan fasilitas pembelajaran PTM terbatas di sekolah. Pada sisi yang lain bagi siswa yang terjadwal daring dari rumah guru harus menyiapkan diri untuk PJJ dari rumah. Dua bentuk pelayanan pembelejaran tersebut mengharuskan guru mengembangkan strategi pembelajaran yang dinamis guna tetap berlangsungnya proses edukasi kepada peserta didik dan pengelolaan sekolah yang tertap terjamin jalannya kegiatan pendidikan. Pemanfaatan media online menjadi pilihan untuk pembelajaran karena media dalam batas-batas tertentu dapat juga menggantikan peran dan tugas guru. Peran guru bisa beralih menjadi fasilitator belajar. (Drs.Tatang S)....menggunakan media memungkinkan siswa belajar secara Individual. (Kompri). Artinya dengan dilarang berkumpul, slogan tetap di rumah saja, bagi siswa dan guru adalah hal yang tepat untuk belajar secara individual dengan bahan/materi pelajaran yang disediakan guru melalui media pembelajarn online yang sudah sangat popular dikalangan pelajar seperti Googleclassroom, Edmodo, Zoom Meeting, Washshap, Email dan lain-lain. 

Pembelajaran dengan menggunakan media online mengantarkan insan pendidikan akan pentingnya bersahabat dengan Teknologi Pendidikan terutama di era Revolusi Industri 4.0. Industri 4.0 dapat menyatukan dunia digital dan fisik serta menwarkan peluang baru untuk mengumpulkan dan menggunakan informasi. Hal ini berpotensi meningkatkan efisiensi dan mendorong inovasi dalam skala besar. Revolusi Industri keempat tidak hanya mempengaruhi perusahaan swasta. Lembaga sektor public di tingkat lokal, nasional dan internasional juga hartus menyadari dan mengikuti perubahan yang sedang terjadi. Jika bekerja dalam sektor publik  anda harus merangkul teknologi-teknologi baru. (Astrid Savitri, Revoliusi Industri 4.0)

Pesan-pesan pemanfaatan teknologi informatika di era Revolusi Industri 4.0 bagi lembaga public seperti sekolah pada kondisi bencana seperti ini menjadi pilihan berganda sehingga mulai Mendikbud, Gubernur, kepala dinas dan secara teknis kepala sekolah bersama guru melakukan berbagai upaya untuk memanfatkan media pembeljaran online guna  tetap memberikan pelayanan secara individual kepada siswa di rumah maupun yang mengikuti pembelajaran tatap muka terbatas di sekolah. 

Rumusan masalah


Apa kesiapan sekolah untuk praktik baik mengelola PTM terbatas pada masa pandemi covid-19 di SMAN 1 Pangkalann Bun?

Bagaimana pelaksanaan praktik baik PTM terbatas pada masa pandemi covid-19 di SMAN 1 Pangkalan Bun?

Tujuan penulisan

1. Untuk mengetahui kesiapan sekolah bagi praktik baik mengelola PTM terbatas pada masa pandemi covid-19 di SMAN 1 Pangkalan Bun.

2. Untuk mengetahui pelaksanaan praktik baik PTM terbatas pada masa pandemi covid-19 di SMAN 1 Pangkalan Bun.

Manfaat penulisan

Sebagai dokumen sejarah penting bagi generasi penerus tentang pengelolaan pendidikan di sekolah pada masa wabah yang menyebar di seluruh pelosok tanah air dan dunia.

Sebagai bahan referensi pengelolaan sekolah pada masa darurat musibah wabah non alam

Sebagai dokumen persyaratan mengikuti kegiatan apresiasi kepala sekolah tentang praktik baik pengelolaan PTM terbatas pada masa  pandemi covid-19 di SMA Negeri 1 Pangkalan Bun.





BAB II

PRAKTIK BAIK PENGELOLAAN PEMBELAJARAN 

PADA MASA PANDEMI  COVID-19 DI SMAN 1 PANGKALAN BUN


Persiapan sekolah mengelola PTM terbatas pada masa pandemi covid-19 


Koordinasi dan Rapat-rapat

Pada tahap persiapan PTM terbatas sekolah melakukan berbagai kegiatan rapat dan  koordinasi dengan para pihak yaitu; 

Rapat dan koordinasi dengan guru, TU.

Membentuk Tim gugus Covid-19 di tingkat sekolah

Menyususun Panduan Penyelenggaraan PTM terbatas pada masa Pandemi Covid-19 di SMA Negeri 1 Pangkalan Bun

Rakor dengan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah

Rapat dengan Bupati bersama unsur FORKOPINDA Kabupaten Kobar

Rapat dengan bupati bersama tim gugus covid-19 kabupaten Kotawaringin Barat

Koordinasi dengan Dinas Dikbud, Dinkes, Satpol PP, Dinas BPDB, Dinas Perhubungan, pihak keamanan, Camat, Lurah, dan RT.

Koordinasi dengan Komite sekolah, orang tua siswa

Menyusun Panduan penyelenggaraan PTM terbatas pada masa Pandemi covid-19 SMA Negeri 1 Pangkalan Bun.

Rapat dan koordinasi dilakukan dalam rangka menyiapkan panduan, informasi kesiapan sekolah menyelenggarakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas, persiapan pelaksanaan Vaksinasi massal bagi siswa SMA Negeri 1 Pangkalan Bun dan sekolah-sekolah di sekitarnya, guru dan Tenaga Kependdikan beserta orang tua dan keluarga yang serumah, vaksinasi orang tua siswa dan keluarga yang tinggal serumah.

Pelaksanaan vaksinasi

Untuk mendukung gerakan vaksinasi massal oleh pemerintah Jokowi yang diteruskan oleh gubernur Kalimantan Tengah guna memperkuat kekebalan tubuh warga sekolah dan masyarakat maka sesuai dengan kebijakan gubernur Kalimantan Tengah dilaksanakan vaksinasi massal bagi:

Guru dan TU SMA Negeri 1 Pangkalan Bun beserta keluarga yang tinggal serumah

Orang tua siswa SMA Negeri 1 Pangkalan Bun warga di sekitar sekolah beserta keluarga yang serumah

Siswa SMA Negeri 1 Pangkalan Bun 

Suasana kegiatan vaksin di sekolah guna persiapan PTM terbatas yang disaksikan langsung oleh gubernur Kalimantan Tengah, Kapolda, Danrem, Bupati Kobar, Kapolres, Dandim, Danlanud seperti pada gambar berikut:

   




















F

  

Foto orang tua yang divaksin Foto siswa yang divaksin

Pelaksanaan Praktik  baik Pengelolaan PTM Terbatas pada masa pandemi covid-19 di SMA Negeri 1 Pangkalan Bun


Pelaksanaan simulasi PTM terbatas

Sesuai arahan Gubernur melalui kepala dinas Pendidikan provinsi Kalimantan Tengah dan hasil pertemuan dengan Bupati, Kapolres, Dandim, Dan Lanud Iskandar beserta kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah dan Kepala Kementerian Agama Kabupaten Kotawaringin Barat bahwa sebelum dilakukan PTM terbatas maka dilakukan lebih dahulu kegiatan simulasi terbatas sesuai fasilitas dan perangkat prokes yang tersedia di sekolah, sosialisasi kepada guru, TU, Komite sekolah, orang tua siswa termasuk dokumen dukungan pernyataan persetujuan orang tua siswa dan komite sekolah terhadap penyelenggaraan PTM terbatas.

Untuk itu sekolah kami telah melakukan simulasi beberapa kali dengan hasil yang baik sesuai tata kelola PTM terbatas.

Berikut diantara foto pelaksanaan simulai PTM terbatas:   

Pelaksanaan PTM terbatas di SMA Negeri 1 Pangkalan Bun

Sebagaimana yang diuji cobakan pada pelaksanaan PTM terbatas maka sesuai yang tertuang dalam panduan penyelenggaraan PTM terbatas di sekolah pada masa pandemi covid-19 di SMA Negeri 1 Pangkalan Bun maka pada pelaksanaan PTM terbatas dengan dasar rekomendasi Tim Gugus Covid-19 Kabupaten Kotawaringin Barat Nomor: 440/10/PEM tanggal 17 September 2021, maka untuk kelengkapan fasilitas, sarana prasarana PTM terbatas didiskripsikan kondisi obyektifnya sebagai berikut:

Kondisi kesiapan fasilitas/sarpars PTM terbatas.

Setiap kelas dan lingkungan sekolah dalam keadaan bersih

Jumlah rombel 21

Setiap kelas, Ruang sudah disiapkan washthafel untuk cuci tangan

Jumlah wasthafel 49 buah

Setiap washthafel tersedia air bersih yang mengalir dan sabun cuci tangan

5)  Sekolah memiliki Toilet 32 pintu dalam kondisi baik dan bersih

6)  Sekolah memiliki 2 sumur bor dan 3 titik PDAM yang aktif berfungsi

7)  Diasiapkan tempat parkir di lingkungan/halaman sekolah

8)  tersedia bak sampah pada setiap ruang kelas dan di luar kelas

9)  Setiap kelas  bersama wali kelasnya menyusun  jadwal piket kelas

10) telah disiapkan pengukur suhu 5 buah 

Sekilas foto fasilitas PTM yang sudah disiapkan adalah sebagai berikut:

   

   

Foto Wasthafel dan Toilet di SMAN 1 Pangkalan Bun

Pengelolaan Pembelajaran Tatap Muka terbatas

Terhitung mulai tanggal 4 Oktober 2021 SMA Negeri 1 Pangkalan Bun telah memulai menyelenggarakan PTM terbatas di sekolah dengan tata kelola sebagai berikut:

Setiap pagi jam kerja Guru piket harian menyambut siswa dipintu gerbang

Setiap siswa sudah berada di sekolah pada jam 06.15 wib untuk selanjutnya mengikuti pembelajaran jam 06.30 wib

Setiap siswa, guru, TU, tamu yang masuk di SMA Negeri 1 Pangkalan Bun wajib memakai masker 

Setiap siswa yang masuk sekolah  menunjukan sikap hormat, salam kepada guru, piket harian

Setiap siswa, guru, TU, tamu yang masuk di SMA Negeri 1 Pangkalan Bun  akan diukur suhu badannya oleh petugas

Masuk dan keluar ruang kelas siswa mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir di washthafel

Setiap siswa membawa Hand Sanitizer untuk digunakan sewaktu-waktu di kelas atau di luar kelas

Setiap siswa disarankan menyiapkan dua masker setiap hari

Setiap siswa hanya boleh menempati kursi meja sesuai dengan nama pada mejanya masing-masing baik kelompok A maupun kelompok B

Siswa hanya boleh menggunakan alat tulis menulis masing-masing, tidak saling tukar menukar atau pinjam meminjam alat tulis

Guru tidak memberikan tugas untuk mengerjakan soal atau menulis di papan tulis

Waktu setiap jam pelajaran adalah 30 menit

Siswa mengikuti pelajaran tatap muka di sekolah dari jam 06.30 – 09.30 sesi pagi dan jam 10.30-13.30 sesi siang.

Untuk sementara kegiatan ekstrakurikuler, praktik olahraga di lapangan ditiadakan

Kantin sekolah tidak dibuka

Pada setiap ruang/washtafel sudah dipasang himbauan menerapkan 3 M, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir, dan menjaga jarak.

Setiap siswa yang mengalami rasa sakit (demam, flu)  untuk tetap belajar daring dari rumah 

Sebelum pulang sekolah setiap siswa (piket kelas) membersihkan, merapikan kelasnya masing-masing

Siswa pulang dengan tertib dengan tetap menjaga jarak

Berikut foto kegiatan PTM terbatas SMA Negeri 1 Pangkalan Bun.

    

Evaluasi pelaksanaan PTM terbatas

Setelah pelaksanaan PTM terbatas berlangsung dua pekan dengan senantiasa melakukan monitoring maka dilakukan evaluasi dimana dengan skenario ada kelas yang daring full dan ada kelas yang tatap muka 50 % dan dalam waktu yang bersamaan daring dari rumah 50%. Setelah dievaluasi dan usul saran dari bapak ibu guru dalam rapat bahwa skenario perlu diatur ulang dengan dua sesi yaitu kelas yang giliran tatap muka 100 % belajar di sekolah dengan ketentuan 50% sesi pagi jam 06.30-09.30 dan 50 % sesi siang jam 10.30-13.30. Dengan komitmen guru tersebut maka setiap guru mata pelajaran mengajar dua kali dalam satu rombel/kelas dalam satu hari yaitu 50% siswa kelompok pagi (A) dan 50 % siswa kelompok siang (B). Sedangkan siswa yang tidak mendapat giliran belajar tatap muka di sekolah maka guru mata pelajaran melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh dari rumah secara penuh. Skenario tersebut sudah berjalan tiga pekan dan berjalan dengan tertib, aman, lancar dan sukses dengan protokol kesehatan yang ketat.

Berikut adalah foto monitoring oleh Bapak Kapolres dan Tim Gugus Covid-19 Kabupaten Kobar pelaksanaan PTM terbatas di SMAN 1 Pangkalan Bun.

  

Tim Gugus Covid-19 Kabupaten Kotawaringin Barat Monitoring PTM terbatas di SMAN 1 Pangkalan Bun

Kepala Sekolah  

Drs. Ridwan

Baca Juga

0 Komentar

Belum ada komentar

Kirim Komentar

Nama Anda

Kota

Email

Komentar