Website SMA Negeri -  1 Pangkalan Bun

Kategori Berita

Kontak

  • Telp
    0532-21233
  • Fax
    0532-21233
  • Email
    sma1pbun@yahoo.co.id

Layanan Lain

  • Cek Absen Online
  • Kemdikbud
  • Sertifikasi Guru
  • BSE
  • Rumah Belajar

Statistik Pengunjung

Total Pengunjung :
IP address anda : 3.227.235.216

DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR (PBM) DI SEKOLAH Oleh: Yudi Sastrawijaya,

Umum - 26 April 2020

DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR (PBM) DI SEKOLAH

Oleh: Yudi Sastrawijaya, S.Pd

Coronavirus

Koronavirus atau coronavirus (virus corona) adalah sekelompok virus dari keluarga coronaviridea. Kelompok virus ini yang dapat menyebabkan penyakit pada burung dan mamalia (termasuk manusia). Salah satu virus corona yang sedang mewabah saat ini adalah Covid-19. Covid-19 pertama kali diidentifikasi di Tiongkok pada akhir Desember 2019 dan sejak itu menyebar secara global, termasuk Indonesia.

Gejala awal terinfeksi virus corona atau Covid-19 bisa berupa gejala flu, demam, pilek, rasa lelah, batuk kering, sakit tenggorokan, dan sakit kepala. Sementara sebagian besar kasus menghasilkan gejala ringan, beberapa berkembang menjadi pneumonia virus dan kegagalan multi-organ.

Dampak Covid-19

Virus Covid-19 saat ini telah berdampak bagi seluruh masyarakat dan sektor pendidikan di Indonesia. Sejak Presiden Joko widodo  mengumumkan kasus pertama Covid-19 di Indonesia. Jokowi mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas diluar rumah demi menekan penyebaran virus Covid-19 di Indonesia.  “saatnya kita kerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah”. Jokowi meminta masyarakat Indonesia untuk melakukan upaya untuk mencegah, menahan, atau memperlambat penularan corona yaitu dengan “social distancing”.

Sejak diberlakukannya “Social distancing” memberi dampak bagi pendidikan Indonesia. Pemerintah mengumumkan Ujian Nasional (UN) di tahun ini resmi ditiadakan. Mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga setingkat Sekolah Mengengah Atas (SMA) dan mengalihkan proses belajar mengajar (PBM) disekolah dengan pertemuan daring (dalam jaringan) atau online untuk para siswa.

Peralihan cara pembelajaran ini membuat berbagai tenaga pendidik mengikuti alur yang sekiranya bisa dilakukan agar pembelajaran dapat berlangsung, dan menjadi pilihan dengan memanfaatkan teknologi sebagai media daring. Penggunaan teknologi sendiri bukan tanpa masalah, banyak faktor yang menghambat terlaksananya efektivitas pembelajaran daring antara lain :

  • Penguasaan teknologi yang masih rendah

Harus diakui bahwa tidak semua guru melek teknologi. Hal ini dirasakan guru yang sudah terlampau lama mengajar atau pada guru sebelum generasi sekarang. Dalam pembelajaran seperti ini, guru sulit mendeteksi bagaimana respon siswa terkait materi yang diberikan, apakah siswa mengerti atau tidak, Sehingga guru sulit untuk mengetahui perkembangan siswa.

  • Keterbatasan sarana dan prasarana

Kepemilikan perangkat teknologi merupakan salah satu permasalahan tersendiri. Masih banyak guru yang kesulitan memenuhi kebutuhan pokok keluarganya, sehingga banyak guru yang kesejahteraan hidupnya masih rendah. Hal yang sama pun dirasakan oleh siswa, karena tidak semua orang tua mampu memfasilitasi anaknya dengan perangkat teknologi. Serta kurangnya pengetahuan orang tua dalam membimbing anaknya untuk pemanfaatan teknologi.

  • Jaringan internet

Pembelajaran daring tidak terlepas dari penggunaan jaringan internet. Tidak semua tempat atau sekolah memfasilitasi koneksi internet. Sehingga, untuk kebutuhan pembelajaran daring guru ataupun siswa menggunakan jaringan seluler yang tekadang jaringan tidak stabil saat digunakan.

  • Biaya

Jaringan internet yang sangat dibutuhkan dalam pembelajaran dari menjadi suatu persoalan bagi guru dan siswa. Kuota internet yang digunakan untuk kebutuhan pembelajaran daring menjadi mahal dan menambah anggaran biaya hidup orang tua dan guru.

 

Selain berdampak pada tenaga pendidik, dampak pembelajaran daring ini juga dirasakan oleh para siswa, banyak siswa yang merasa kurang suka dengan sistem pembelajaran ini. Selain itu orang tua mengeluhkan akan sistem pembelajaran daring yang akhrinya berdampak pada kualitas para siswa. Adapun dampak yang dirasakan antara lain :

  1. Kurang efektifnya sistem belajar mengajar,
  2. Siswa merasa lebih sulit memahami materi yang sampaikan,
  3. Kurangnya interaksi sosial antar teman ataupun guru,
  4. Siswa lebih menggampangkan sistem belajar, seperti tidak ikut hadir saat penjelasan materi dan akhirnya susah dalam memahami pelajaran,
  5. Siswa terkadang suka begadang atau nongkrong pada malam hari, dan akhirnya bangun kesiangan yang mengakibatkan lupa akan tugas yang diberikan oleh gurunya,
  6. Siswa merasa lelah dan tertekan karena beban tugas.

 

Ketika semua peran guru tergantikan oleh teknologi, guru mempunyai tantangan yang cukup besar untuk mampu membuat media belajar yang mudah dipahami oleh siswa dari berbagai kemampuan belajar. Sehingga guru dapat mengetahui perkembangan siswa baik dalam aspek akademik dan non akademik. Karena tujuan belajar sendiri tidak hanya terfokus pada aspek akademik namun juga perubahan sikap dan moral yang nanti akan membantu pembentukan karakter anak bangsa.

Perubahan yang terjadi memberikan dampak positif dan negatif, salah satunya  dampak social distancing. Namun, setiap orang harus bisa mengikuti perubahan tersebut. Menjalankan segala perubahan dengan mengambil hikmah dan nilai positif didalamnya semisal dengan social distancing kita ada lebih banyak waktu berkumpul dengan keluarga dan mendekatkan hubungan emosional antara orang tua dan anak. Dan yang lebih penting adalah keluarga lebih terlindungi dari paparan virus covid-19.

 

 

Baca Juga

1 Komentar

Fuffexpep

01 Agustus 2021

<a href=https://cialiswwshop.com/>purchasing cialis online</a>

Kirim Komentar

Nama Anda

Kota

Email

Komentar