Website SMA Negeri -  1 Pangkalan Bun

Kategori Berita

Kontak

  • Telp
    0532-21233
  • Fax
    0532-21233
  • Email
    sma1pbun@yahoo.co.id

Layanan Lain

  • Cek Absen Online
  • Kemdikbud
  • Sertifikasi Guru
  • BSE
  • Rumah Belajar

Statistik Pengunjung

Total Pengunjung :
IP address anda : 3.227.235.183

DAMPAK COVID-19 TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR Oleh: Eka Rizki Ama

Umum - 26 April 2020

DAMPAK COVID-19 TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR

DI SMA NEGERI 1 PANGKALAN BUN

Oleh: Eka Rizki Amalia, S.Pd

 

Dampak pandemi corona kini mulai merambah dunia pendidikan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membuat beberapa kebijakan untuk melindungi para pelajar dan tenaga kependidikan dari covid-19, diantaranya :

1.       Pembelajaran Daring Untuk Anak Sekolah

  1. Kuliah Daring

3.       Ujian Nasional 2020 Ditiadakan

4.       UTBK SBMPTN 2020 Diundur

5.       Pelaksanaan SNMPTN Masih Dalam Pengkajian

Dampak pandemi covid-19 juga dirasakan oleh keluarga besar SMA Negeri 1 Pangkalan Bun. Beberapa event yang sudah terjadwal harus ditunda, seperti kegiatan SMANSA FC dan  perpisahan kelas XI. Kegiatan lomba baik akademik maupun nonakademik juga mengalami perubahan jadwal, seperti  Kompetisi Sains Provinsi, Wisata Metematika Tingkat Korem, dan lain-lain.

Kegiatan pembelajaran juga dialihkan dari tatap muka menjadi pembelajaran daring. Dengan adanya perubahan cara mengajar yang semula guru memegang spidol dan buku, berganti menjadi gawai, baik hp maupun laptop.

Perubahan metode ini juga menuntut guru untuk lebih menguasai teknologi sebagai sarana mengajar. Hal ini tidak terlalu berpengaruh bagi guru yang sudah terbiasa memadukan metode mengajar daring dan tatap muka. Namun, bagi guru yang belum pernah melakukan pembelajaran daring, hal ini akan menjadi tantangan tersendiri.

Sebagai respons dari penyebaran virus Covid-19 ini, Kemendikbud menyiapkan sejumlah dukungan untuk memperlancar proses tersebut. Kemendikbud mengembangkan aplikasi pembelajaran jarak jauh berbasis portal dan android yaitu Rumah Belajar. Portal Rumah Belajar dapat diakses di http:\\belajar.kemdikbud.go.id. Beberapa fitur unggulan yang dapat diakses oleh peserta didik dan guru di antaranya Sumber Belajar, Kelas Digital, Laboratorium Maya, dan Bank Soal. Rumah Belajar dapat dimanfaatkan oleh pelajar dan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK) sederajat.

Beberapa sektor swasta juga mulai gencar mempromosikan produk mereka untuk dapat digunakan selama kebijakan libur ini dilakukan, diantaranya Kelas Pintar, Sekolahmu, Zenius, Quipper, Ruang Guru, Google Indonesia (Google Classroom) dan Microsoft. Setiap platform akan memberikan fasilitas yang dapat diakses secara umum dan gratis. Sarana ini dapat dimanfaatkan guru sebagai penunjang pembelajaran daring.

Pembelajaran daring mempunyai beberapa kelebihan. Diantaranya efisiensi biaya, pembelajaran ini tidak harus dilakukan dengan bertatap muka dengan langsung sehingga komunikasi daring dapat menghemat biaya transportasi. Efisiensi waktu, pembelajaran ini bisa dilakukan dengan cepat tanpa membuang waktu dengan melakukan perjalanan. Terintegrasi dengan layanan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) lainnya, sehingga dapat menggabungkan beberapa TIK dalam satu pembelajaran. Peningkatan intensitas berkomunikasi, sehingga yang terbiasa diam di dunia nyata dapat menjadi aktif berkomunikasi di dunia maya.

Namun, pembelajaran daring juga mempunyai beberapa kekurangan. Pembelajaran daring dirasa memberatkan bagi peserta didik yang kurang memiliki akses terhadap teknologi dan internet, karena pembelajaran daring tentu memerlukan akses internet. Hal ini dapat menjadi beban orang tua yang harus menyediakan akses internet anak di tengah kondisi ekonomi yang menurun akibat Covid-19. Pembelajaran daring tidak mewakili emosi pelajar, karena tidak bertatap muka sehingga guru tidak tahu apakah pelajar sudah paham dengan penjelasan ataupun belum. Selain itu, para pelajar juga akan mengalami kesulitan untuk melakukan konsultasi dengan guru terutama untuk pelajaran yang dianggap membutuhkan penjelasan dan pemahaman yang lebih mendalam, misalnya Matematika.

Aplikasi sistem pembelajaran daring atau e-learning juga sebaiknya diikuti dengan adanya kemampuan yang memadai dari para guru dalam mengoperasikan e-learning tersebut. Kemampuan yang memadai juga akan mendukung mereka menavigasikan pekerjaan mereka dalam sistem pembelajaran jarak jauh melalui e-learning. Guru harus proaktif dan kreatif agar bisa menggelar proses belajar mengajar sama efektifnya dengan tatap muka. Pemberian materi dalam bentuk video dapat membantu pelajar lebih memahami penjelasan guru. Selain itu, membuka sesi tanya jawab setelah penjelasan video juga dapat membantu pelajar lebih memahami materi yang disampaikan oleh guru. Hal ini penting karena kegiatan belajar seperti ini sangat berbeda dengan kegiatan belajar yang biasa dilakukan di mana ada interaksi langsung antara pelajar dengan guru dan interaksi antar pelajar.

Orang tua pun diharapkan benar-benar memperhatikan sistem belajar seperti ini. Orangtua harus ikut memantau si anak belajar di rumah. Belajar di rumah itu bukan libur, bukan berarti tidak ada aktivitas literasi. Pengawasan dan pendampingan terhadap anak-anak dalam mengaplikasikan sistem e-learning atau mengerjakan pekerjaan rumah diharapkan bisa membantu suksesnya proses pembelajaran daring.

Apalagi jika Covid-19 ini tidak segera berakhir, maka sudah bisa dipastikan dampaknya terhadap sektor pendidikan juga akan semakin meningkat. Dampak yang paling dikhawatirkan adalah efek jangka panjang. Hal ini akan mengganggu hak setiap pelajar untuk mendapatkan layanan pendidikan yang layak. Penutupan sekolah tentu dapat menghambat dan memperlambat capaian target yang sudah ditetapkan oleh pemerintah dan atau sekolah masing-masing. Sebab para pelajar secara otomatis akan merasakan keterlambatan dalam proses pendidikan yang dijalaninya. Hal ini bisa mengakibatkan pada terhambatnya perkembangan kematangan pelajar dalam meraih tujuan belajarnya, baik secara akademis maupun psikologis. Yang lebih mengkhawatirkan lagi adalah dampak psikologisnya. Pelajar yang harus tertunda proses pembelajarannya akibat penutupan sekolah sangat memungkinkan akan mengalami trauma psikologis yang membuat mereka demotivasi dalam belajar.

Demikian halnya dengan penundaan dan pembatalan beberapa agenda dan program penting pelajar dapat membuat mereka kecewa karena mereka merasa telah mempersiapkan jauh-jauh hari sebelumnya. Sehingga sekolah perlu melakukan pendampingan terhadap para pelajar baik secara kolektif maupun individu. Dengan pendampingan ini diharapkan dapat meringankan beban psikologis mereka serta menguatkan kembali semangat belajarnya.

Baca Juga

1 Komentar

ElallileCek

21 September 2020

online casino bonus http://onlinecasinouse.com/# free slots games <a href="http://onlinecasinouse.com/# ">best online casino </a> casino games

Kirim Komentar

Nama Anda

Kota

Email

Komentar