Website SMA Negeri -  1 Pangkalan Bun

Kategori Berita

Kontak

  • Telp
    0532-21233
  • Fax
    0532-21233
  • Email
    sma1pbun@yahoo.co.id

Layanan Lain

  • Cek Absen Online
  • Kemdikbud
  • Sertifikasi Guru
  • BSE
  • Rumah Belajar

Statistik Pengunjung

Total Pengunjung :
IP address anda : 3.227.235.183

DAMPAK COVID-19 TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR Oleh: Deni Susanti, SE

Umum - 26 April 2020

DAMPAK COVID-19 TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR

Oleh: Deni Susanti, SE

BAB.I

Pendahuluan

 

                COVID-19 merupakan hal yang tidak asing bagi kita dengar hari – hari ini. Virus yang mulai merebak sejak akhir tahun 2019  ini akhirnya masuk dan mewabah di Indonesia dan menyebabkan jumlah pasien yang terindikasi positif  virus COVID-19 semakin meningkat di Indonesia. Hal ini membuat pemerintah pusat maupun daerah segera mengambil tindakan dengan mengeluarkan himbauan, peraturan dan kebijakan yang diberikan kepada masyarakat seluruh Indonesia dengan melakukan social distancing hingga physical distancing dimana dianjurkan untuk melakukan pembatasan aktifitas di luar rumah. Tidak ketinggalan pula dalam dunia pendidikan dimana pemerintah meniadakan aktifitas pembelajaran di sekolah di ganti dengan sistem daring atau pembelajaran melalui online agar mencegah penyebaran COVID-19 semakin meluas.

 Kebijakan yang dilakukan pemerintah untuk mengurangi kegiatan termasuk bekerja dan belajar dari rumah masih saja menimbulkan gejolak dalam pelaksanaannya. Bahkan ujian sekolah dan ujian nasional yang telah terjadwal akhirnya diputuskan untuk ditiadakan, demi menyelamatkan para siswa dari penyebaran virus COVID-19. Demikian pula dampak yang timbul dengan adanya kebijakan pemerintah  ini akan membawa pengaruh baik positif maupun negatif dalam proses belajar mengajar di sekolah

BAB.II

Pembahasan

 Apa itu Virus Corona? bagaimana cara penyebarannya dan cara menanggulanginya?.  Virus Corona termasuk keluarga coronoviridae dan yang baru dikenal ini merupakan strain baru, sehingga disebut NCOV-19. Virus ini menyebabkan kumpulan gejala yang disebut dengan COVID 19 singkatan dari Coronavirus disease 2019, atau penyakit pernapasan akut akibat infeksi virus Corona.. Karena dampaknya sangat fatal, virus ini sangat mudah menyebar melalui droplet bersin dan batuk host terinfeksi serta menyerang sistem pernafasan (terutama jaringan paru) dengan cepat bahkan merengut korban jiwa.

Penderita positif COVID-19 biasanya ditandai dengan demam dan peradangan saluran pernapasan, yang menyebabkan pneumonia (paru-paru berlendir) yang mematikan bagi golongan rawan seperti lanjut usia dan penderita penyakit yang parah. Bahkan dewasa ini penderita positif COVID-19 tidak memperlihatkan gejala (asimtomatik) tetapi tetap dapat menularkan ke pada orang lain. Karena menular, penderita penyakit ini perlu menerima tindakan khusus seperti isolasi mandiri (dalam karantina). Pada masyarakat juga diharapkan dapat  melakukan tindakan preventif berupa penggunaan masker, membersihkan/mencuci tangan dan pola hidup sehat.

Rumitnya penanganan virus ini membuat pemerintah Indonesia menerapkan kebijakan yang super ketat untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19, yaitu dengan social distancing dan physical distancing yang merupakan pilihan yang berat bagi pemerintah dalam menerapkannya. Pembatasan interaksi sosial dalam masyarakat dapat menghambat laju pertumbuhan ekonomi dan kemajuan dalam pelbagai bidang kehidupan termasuk dalam dunia pendidikan.

Jika COVID-19 tidak segera berakhir bisa dipastikan dampaknya bagi dunia pendidikan juga akan semakin meningkat. Dampak yang paling dikhawatirkan adalah efek jangka panjang. Sebab para siswa secara otomatis akan merasakan keterlambatan dalam proses pendidikan yang di jalaninya. Hal ini dapat mengakibatkan pada terhambatnya perkembangan kematangan siswa baik secara psikologis maupun akademis dalam meraih tujuan belajarnya. Siswa harus mengalami penundaan proses pembelajaran akibat diberlakukannya libur atas kegiatan belajar dan sangat memungkinkan akan mengalami dampak psikologis yang membuat mereka tidak termotivasi dalam belajar.

Dampak COVID-19 lainya adalah pembatalan atau penundaan beberapa agenda dan program-program penting baik itu agenda dari kemendikbud, dinas terkait maupun pihak sekolah khususnya di SMAN 1 Pangkalan Bun seperti penundaan kegiatan lomba-lomba Olimpiade Sains Nasional (OSN), Football Competition Smansa ( FC Smansa ), Perpisahan kelas XII, serta kegiatan ujian-ujian baik itu UNBK, USBK, Ujian Praktik dan kemungkinan berimbas pula pada pembatalan kegiatan Ulangan Semester Genap Tahun Pelajaran 2019-2020. Ditambah lagi tingkat wawasan para siswa mengenai seputar COVID-19 masih sangat minim yang membuat mereka memiliki tingkat kekhawatiran yang tinggi pula.

Kebijakan pemerintah untuk meliburkan seluruh lembaga pendidikan dan menerapkan kegiatan Belajar Dari Rumah (BDR) dengan menggunakan sistem Daring (Dalam Jaringan) dan Luring (Luar Jaringan) dianggap sudah tepat sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 pada siswa. Dalam pembelajaran dengan sistem daring ini menuntut guru serta siswa  untuk lebih memanfaatkan tehnologi yang ada, misal melalui penggunaan aplikasi Ruang Guru, Google Classroom, Quiper, Rumah Belajar, Edmodo, Zenius, Whatsapp, Email dan Video Conference. Namun semua tetap perlu didukung dengan kesiapan perangkat dan tentunya paket data internet yang masih dikelola secara mandiri. Karena tidak semua guru dan siswa siap mengoperasikan sistem pembelajaran daring dengan cepat, termasuk juga dalam hal menyiapkan bahan daring secara digital bagi seorang guru.

Semua kejadian yang luarbiasa ini tentu memiliki hikmah yang dapat kita ambil. Kita berfikir positif dalam menghadapi wabah COVID-19 serta berupaya untuk mencegahnya. Hikmah yang dapat kita ambil sebagai seorang guru adalah menjadi lebih kreatif dan mahir dalam menyusun materi serta memilih metode-metode daring yang tepat sesuai dengan ketersediaan sumber daya yang ada. Para siswa menjadi lebih mandiri dan terbiasa memanfaatkan smartphone serta laptop dalam mengerjakan tugas daring. Wawasan siswa semakin bertambah dan menyadari akan pentingnya hidup sehat dan menjaga kebersihan diri serta lingkungannya. Bahkan tidak dipungkiri pula di beberapa daerah ada para siswa yang menjadi inovator serta peneliti untuk menciptakan hand sanitizer dari berbagai bahan alami, murah dan mudah didapat, yang artinya menciptakan para wirausaha muda yang kreatif sehingga di harapkan dapat membuka peluang usaha baru.

 

 

BAB. III

Penutup

 

Telah kita ketahui bersama bagaimana dampak COVID-19 bagi dunia pendidikan, sehingga patut menjadi perhatian bagi kita. Namun bagaimanapun Proses Belajar Mengajar (PBM) tetap harus berjalan seiring dengan waktu. Guru sebagai tenaga pendidik profesional  tetap harus  menjunjung tinggi tugasnya untuk mendidik, mengajar, melatih dan membimbing anak didik kearah kedewasaan intelektual serta berkarakter baik . Seorang guru juga diharapkan tanggap terhadap segala perubahan.  Cerdas menentukan pilihan dalam berinovasi. Pilihan itu memungkin guru “merdeka mengajar” sehingga lebih fokus pada upaya transfer pengetahuan dan ketrampilan kepada siswanya. Kebijakan pembelajaran daring mendorong guru dan siswa agar lebih inovati dan kreatif dalam Proses Belajar Mengajar.

Peran serta pemerintah, tokoh masyarakat, dinas terkait, tokoh agama dan pemerhati dunia pendidik sangat di perlukan untuk memberikan edukasi kesehatan mengenai dampak COVID-19 bagi kesehatan, bagaimana cara pencegahan dan bagimana menyikapinya. Dengan wawasan ini diharapkan dapat mengurangi efek kekhawatiran berlebihan yang dapat menyebabkan dampak traumatik pada diri siswa dan tentunya juga para guru serta staf TU.

Sebagai mahluk yang beriman, selayaknya kita berdoa dan berharap kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, memohon ridhoNya agar bangsa Indonesia dapat melalui segala masalah yang ada khususnya masalah yang sedang dihadapi saat ini yaitu penyebaran virus Corona.

 

 

               

 

 

Baca Juga

0 Komentar

Belum ada komentar

Kirim Komentar

Nama Anda

Kota

Email

Komentar