Website SMA Negeri -  1 Pangkalan Bun

Kategori Berita

Kontak

  • Telp
    0532-21233
  • Fax
    0532-21233
  • Email
    sma1pbun@yahoo.co.id

Layanan Lain

  • Cek Absen Online
  • Kemdikbud
  • Sertifikasi Guru
  • BSE
  • Rumah Belajar

Statistik Pengunjung

Total Pengunjung :
IP address anda : 3.227.235.183

DAMPAK COVID -19 BAGI PEMBELAJARAN SISWA Oleh: Ken Utami, S.Pd., Si

Umum - 26 April 2020

DAMPAK COVID -19 BAGI PEMBELAJARAN SISWA

Oleh: Ken Utami, S.Pd., Si

 

Virus corona atau yang sering disebut covid-19 merupakan virus yang berasal dari negeri tiongkok, China. Bentuknya seperti matahari sehingga disebut corona. Virus ini mulai mewabah di Wuhan, China mulai bulai januari 2020. Diperkirakan virus ini sebenarnya telah muncul sejak bulan Oktober 2019. Ada banyak sumber yang menyatakan asal virus ini. Ada yang menyatakan kebocoran dari lab senjata dan ada pula yang menyatakan dari pasar hewan laut di Wuhan yang tidak bersih. Namun yang paling populer virus ini berasal dari pasar hewan laut yang menjual berbagai macam hewan liar dan buas. Virus ini disinyalir berasal dari kekelawar yang kemudian berpindah ke manusia sehingga kemudian menjadi menular sesama manusia.

Pada awalnya covid-19 ini menjadi epindemi di Wuhan, China. Namun, kemudian menjadi pandemi global yang membahayakan kehidupan manusia di bumi. Penularan virus yang begitu cepat ini membuat negara di seluruh dunia berusaha membendung laju penyebaran virus. Ada yang melakukan lock down dan adapula yang melakukan physical distancing. Dengan demikian, kegiatan masyarakat dibatasi dan tidak boleh berkumpul dalam jumlah banyak.

Indonesia adalah salah satu negara yang memberlakukan physical distancing. Mayarakat dihimbau untuk tinggal di rumah dan menjaga jarak. Aturan ini tentu saja berdampak bagi dunia pendidikan. Sehingga seluruh siswa dari tingkatan TK hingga perguruan tinggi dirumahkan. Dalam hal ini maksudnya pembelajaran dialihkan ke rumah masing masing. Oleh sebab itu salah cara untuk melakukan pembelajaran jarak jauh yaitu dengan menggunakan teknologi informasi. Mau tidak mau guru harus bisa memanfaatkan teknologi informasi yang telah berkembang pesat ini. Dengan bantuan teknologi informasi ini, guru dan siswa masih bisa berinteraksi baik melalui teks, video, maupun gambar. Kegiatan belajar mengajar masih bisa dilaksanakan secara online. Ada banyak media online yang dapat dimanfaatkan dari yang gratis hingga berbayar .Adapun aplikasi yang dapat digunakan dalam pembelajaran online ini adalah whatsapp, google classroom, edmodo, zoom, ruang guru, rumah belajar, quizis, youtube dan lain-lain. Selain itu juga pemerintah juga menyelenggarakan program televisi pendidikan melalui siaran TVRI setiap harinya. Siaran pendidikan mencakup materi dari tingkat PAUD hingga sekolah menengah atas. Sehingga siswa yang tinggal di rumah tetap dapat belajar dengan berbagai media yang ada.

Pembelajaran online ini merupakan salah satu solusi di tengah pandemi global covid-19 yang membatasi ruang bertemu secara nyata sehingga dapat dipertemukan di dunia maya. Namun, ada beberapa kendala dalam pembelaran online ini. Bagi siswa dan guru yang tinggal di daerah pedalaman yang tidak tersedia sinyal internet tidak dapat melaksanakan aktivitas online. Sedangkan bagi yang berada dalam jangkauan internet masih bisa dilaksanakan. Namun, orang tua harus menyediakan lebih banyak kuota internet bagi anaknya di rumah agar tetap dapat melakukan pembelajaran online. Orang tua juga harus mengawasi pembelajaran anaknya di rumah . Disinilah peran orang tua diperlukan.

Selain orang tua, peran masyarakat juga diperlukan. Pada saat jam belajar, ketika masyarakat yang melihat ada anak yang bermain di luar rumah, masyarakat harus peduli dengan cara menegur dan menyuruh pulang ke rumah. Hal itu harus dilakukan dengan tujuan, untuk belajar dengan tekun, dan untuk menghindari penyebaran virus Corona. Kolaborasi orang tua, guru, dan masyarakat dalam kaitannya dengan pembelajaran, pembinaan minat, bakat dan kompetensi siswa harus tetap dilakukan. Anak yang mempunyai hobby olah raga harus tetap menjaga fisik dan stamina, agar tingkat kebugarannya prima. Meskipun tidak ada berbagai kompetisi, namun bakat, minat dan hobby siswa harus terus dikembangkan. Orang tua harus memfasilitasi program pengembangan itu meskipun terbatas pada lingkup di dalam rumah.

Covid-19 telah menjadi pandemi global. Setiap peristiwa yang terjadi tentu memiliki hikmah masing-masing. Alam selalu berusaha untuk mengembalikan keseimbangan dan meremajakan kembali bumi. Dengan diam di rumah semoga manusia dapat mengintrospeksi dan memperbaiki diri menjadi lebih baik. Virus corona telah mengajarkan manusia untuk menyediakan lebih banyak waktu bersama keluarga dan mencintai kebersihan. Semoga kondisi segera membaik dan normal sehingga dapat beraktivitas dan pembelajaran dapat dilaksanakan normal kembali.

.

Baca Juga

2 Komentar

ElallileCek

21 September 2020

online casino bonus casino play <a href=" http://onlinecasinouse.com/# ">best online casinos </a> best online casinos http://onlinecasinouse.com/# - no deposit casino

BillyKes

26 Desember 2020

яша

Kirim Komentar

Nama Anda

Kota

Email

Komentar