Website SMA Negeri -  1 Pangkalan Bun

Kategori Berita

Kontak

  • Telp
    0532-21233
  • Fax
    0532-21233
  • Email
    sma1pbun@yahoo.co.id

Layanan Lain

  • Cek Absen Online
  • Kemdikbud
  • Sertifikasi Guru
  • BSE
  • Rumah Belajar

Statistik Pengunjung

Total Pengunjung :
IP address anda : 3.227.235.183

Pembelajaran di Tengah Wabah Covid-19 Oleh: Umi Khobibah, S.Pd

Umum - 25 April 2020

 Pembelajaran di Tengah Wabah Covid-19

Oleh: Umi Khobibah, S.Pd

  1. PENDAHULUAN

Saat ini dunia tengah dikejutkan dengan mewabahnya suatu penyakit yang disebabkan oleh virus yang bernama covid-19 (Corona Virus Diseases-19) atau lebih dikenal dengan nama virus Corona. Virus ini disinyalir mulai mewabah pada akhir tahun 2019 di Kota Wuhan, Tiongkok, dan saat ini sudah meyebar ke hampir seluruh penjuru dunia, hingga akhirnya pada tanggal 11 maret 2020, WHO menetapkan wabah ini sebagai pendemi global.

Mewabahnya virus corona hingga saat ini berdampak di berbagai aspek kebidupan, mulai dari aspek ekonomi, sosisal, budaya, hingga ke pendidikan.. Dunia pendidikan. Organisasi Pendidikan, Keilmuwan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau UNESCO menyebut hampir 300 juta siswa di seluruh dunia terganggu kegiatan sekolahnya dan terancam hak-hak pendidikan mereka di masa depan.

Pandemi Covid-19 memaksa kebijakan social distancing, atau di Indonesia lebih dikenalkan sebagai physical distancing (menjaga jarak fisik) untuk meminimalisir persebaran Covid-19. Seberapa besar dampak virus korona terhadap dunia pendidikan di Indonesia?. Pertanyaan tersebut membuat pemerintah mengambil suatu kebijakan yang diharapkan mampu  mengurangi mobilitas pelajar dan mahasiswa sehingga dapat menekan penyebaran covid-19.

 Efektifkah langkah belajar dari rumah yang sudah berjalan selama ini? . Pemberlakuan kebijakan physical distancing yang kemudian menjadi dasar pelaksanaan belajar dari rumah, dengan pemanfaatan teknologi informasi yang berlaku secara tiba-tiba, tidak jarang membuat pendidik dan siswa kaget termasuk orang tua bahkan semua orang yang berada dalam rumah. Pembelajaran teknologi informasi memang sudah diberlakukan dalam beberapa tahun terakhir dalam sistem pendidikan di Indonesia. Namun, pembelajaran daring yang berlangsung sebagai kejutan dari pandemi Covid-19, membuat kaget hampir di semua lini, dari kabupaten/kota, provinsi, pusat bahkan dunia internasional..

Peralihan cara pembelajaran ini memaksa berbagai pihak untuk mengikuti alur yang sekiranya dapat ditempuh sebagai langkah agar pembelajaran tetap dapat berlangsung, dan yang menjadi pilihan adalah pemanfaatan teknologi sebagai media pembelajaran daring. Penggunaan teknologi inipun sebenarnya bukan tanpa masalah.

 

  1. PEMBAHASAN

Semua negara yang terdampak wabah covid-19 berupaya membuat kebijakan terbaiknya dalam menjaga keberlangsungan layanan pendidkan. Indonesia juga menghadapi beberapa tantangan nyata yang harus segera dicarikan solusinya: (1) ketimpangan teknologi antara sekolah di kota besar dan di daerah, (2) keterbatasan kompetensi guru dalam pemanfaatan aplikasi pembelajaran, (3) keterbatasan sumberdaya untuk pemanfaatan teknologi pendidikan seperti internet dan kuota, (4) relasi guru-murid-orang tua dalam pembelajaran daring yang belum bersinergi.

Kendala-kendala itu menjadi catatan penting bagi dunia pendidikan yang harus mengejar Pembelajaran Daring secara cepat. Padahal, secara teknis dan sistem belum semuanya siap. Selama ini pembelajaran online hanya sebagai konsep, sebagai perangkat teknis, belum sebagai cara berpikir, sebagai paradigma pembelajaran. Pembelajaran secara online harusnya mendorong siswa menjadi kreatif mengakses sebanyak mungkin sumber pengetahuan, menghasilkan karya, mengasah wawasan dan ujungnya membentuk siswa menjadi pembelajar sepanjang hayat. Seharusnya  pembelajaran online bukan metode untuk mengubah belajar tatap muka dengan aplikasi digital, bukan pula membebani siswa dengan tugas yang bertumpuk setiap hari.

Tantangan-tantangan ini, harus mampu menjadikan kita berani melangkah untuk menjadikan pembelajaran online sebagai kesempatan mentransformasi pendidikan. Ada beberapa langkah yang dapat menjadi renungan bersama dalam perbaikan sistem pendidikan, khususnya terkait Pembelajaran Daring :

 Pertama, semua guru harus mampu mengajar jarak jauh yang notabene harus menggunakan teknologi, sebagai contoh menggunakan aplikasi goegle classroom, aplikasi edmodo, aplikasi zoom conference dll. Peningkatan kompetensi pendidik di semua jenjang untuk menggunakan aplikasi pembelajaran jarak jauh mutlak dilakukan. Kompetensi minimal seorang guru  dalam penguasaan Teknologi Inforamtika adalah  mampu melakukan vicon (video conference) dan membuat bahan ajar online. 

Kedua, pemakaian teknologipun juga tidak asal-asalan, pembelajaran online tidak hanya memindah proses tatap muka menjadi menggunakan aplikasi digital, dengan disertai tugas-tugas yang menumpuk. Prinsip-prinsip pemanfaatan teknologi yang harus menjadi acuan guru dalam pemanfaatkan teknologi  yaitu mampu menghadirkan fakta yang sulit dan langka ke dalam kelas, memberikan ilustrasi fenomena alam dan ilmu pengetahuan, memberikan ruang gerak siswa untuk bereksplorasi, memudahkan interaksi dan kolaborasi antara siswa dengan guru dan siswa dengan siswa, serta menyediakan layanan secara individu tanpa henti.

Ketiga, pola pembelajaran daring harus menjadi bagian dari semua pembelajaran meskipun hanya sebagai komplemen. Guru harus sudah menerapkan pembelajaran berbasis teknologi sesuai kapasitas dan ketersediaan teknologi. Inisiatif kementerian menyiapkan portal pembelajaran daring Rumah Belajar patut didukung meskipun urusan daring saat covid 19 yang memaksa siswa dan guru menjalankan aktifitas di rumah tetap perlu dukungan penyedia layanan daring yang ada di Indoesia.

keempat,  guru harus memiliki perlengkapan pembelajaran online. Peralatan TIK minimal yg harus dimiliki guru adalah laptop atau alat komunikasi android dan alat pendukung video conference, serta jaringan internet. Ketimpangan infrastruktur digital antara kota besar dan daerah juga menjadi salah satu kendala yang harus dipecahkan untuk keberlangsungan pembelajaran daring.

Teknologi memang bagai dua mata pisau yang masing-masing memberikan peran yang sama besarnya yaitu sisi positif dan negative dalam perubahan peradaban manusia. Khusus dalam bidang pendidikan,literasi teknologi perlu dipelajari oleh seluruh tenaga pendidik, terutama dalam pemanfaatnya sebagai media pembelajaran daring yang saat ini sedang berlangsung. Banyak factor yang harus diperhatikan dalam keberlangsungan pembelajaran daring , diantaranya adalah:

  1. Orang Tua

Pendidikan anak sejatinya adalah tanggung jawab mutlak orang tua.  Kegiatan Pembelajaran Daring memaksa orang tua untuk ikut terlibat langsung dalam proses pembelajaran anak-anaknya, dan itu menjadikan pengalaman yang mereka rasakan saat mendampingi. Kegiatan Pembelajaran Daring tidak akan dapat berlangsung tanpa ada dukungan dari orang tua. Dalam perjalannya banyak terdengar kesan pengalaman yang positif atau negative dari orang tua saat mendampingi anak-anaknya belajar. Disini orang tua harus pro aktif menjalin komunikasi baik itu dengan si anak maupun dengan pihak sekolah. Tak jarang ada orang tua yang jadi emosi karena menghadapi anaknya yang ternyata susah dalam menerima suatu pelajaran, sehingga banyak orang tua yang menginginkan agar anak-anak bias kembali belajara di sekolah.

  1. Guru

Media untuk mendapat ilmu pengetahuan saat ini sangat banyak. Dengan menggunakan internet siswa dapat mencari ilmu pengetahuan dan belajar, bisa melalui aplikasi Ruang Guru, Ilmupedia, Kelas Pintar, Zenius, Quipper, Sekolahmu, Geogle Indonesia dll. Pembelajaran daring telah membuat banyak guru/pendidik tersadar bahwa perkembangan teknologi telah menjadikan guru berperan sebagai pentransfer pengetahuan, yang suatu saat akan mungkin tergantikan oleh mesin.

Dalam keadaan yang seperti ini, dimana teknologi yang terus berkembang pesat jika seorang guru tidak ikut berkembang dalam hal penguasaan teknologi maka tidak menutup kemungkinan akan jauh tertinggal oleh anak didiknya. Pembelajaran jarak jauh yang saat ini tengah berlangsusng sebagai dampak dari wabah covid-19 seharusnya menjadi motivasi bagi guru untuk bergerak maju dan terus maju. Meskipun “ruh” nya seorang guru/pendidik tidak dapat tergantikan oleh guru mesin atau guru dalam dunia maya. Karena kehadiran seorang guru yang nyata tetap dinantikan oleh anak-anak didiknya.

  1. Sekolah

Dampak pendemi covid-19 bagi sekolah adalah memberikan pengalaman berharga, betapa sekolah yang selama ini sebagai sentral pendidikan menjadi seolah tidak berarti dengan dihapuskannya UN/USBN, dilarangnya semua kegiatan yang mengumpulkan orang banyak dan dibatalkannya program penting lainnya yang sudah direncanakan di awal tahun.

Meskipun kegiatan dan program sekolah banyak yang tidak dapat terlaksana, namun fungsi sekolah sebagai lembaga pendidikan tidak dapat dihilangkan begitu saja. Pelayanan kepada masyarakat harus tetap berlangsung, dan sekolah tetap menjadi pengontrol kelangsungan Kegiatan Pembelajaran Daring yang dilaksanakan oleh guru.

Situasi saat ini menjadi tantangan bagi lembaga pendidikan, dimana peran sekolah menjadi lebih dinamis, bukan lagi sebagai tempat berkumpul bagi guru dan siswa yang akan melaksanakan Kegiatan PBM.

  1. Pemerintah

Peran permerintah sangat penting dalam menentukan kebijakan yang berkaitan dengan pendidikan baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah.

Dalam darurat seperti  saat ini karena pendemi Covid-19, pemerintah dengan cepat mengambil kebijakan yaitu melaksanakan social distancing atau physical distancing dengan mengeluarkan himbauan pembelajaran daring atau dikenal dengan belajar dari rumah, dan menghapus UN Tahun 2020, mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) , dan pembatalan UKK bagi siswa/i jenjang SMK. Ini disampaikan oleh Mentri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) pada hari selasa, 24 April 2020.

Langkah yang diambil oleh pemerintah adalah sebagai upaya pencegahan penyebaran covid-19.

  1. KESIMPULAN

Dampak pendemi virus Covid-19 kini telah merambah ke dunia pendidikan. Pemerintah Pusat hingga Pemerintah Daerah mengeluarkan kebijakan untuk meliburkan sementara seluruh lembaga pendidikan. Kebijakan itu diambil sebagai upaya pencegahan penularan virus Covid-19 yang penyebaran semakin tak terkendali. Himbauan meliburkan sementara lembaga pendidikan tetap harus disertai dengan keberlangsungan layanan pendidikan yang salah satunya adalah layanan Kegiatan Pembelajaran yang lebih dikenal dengan Pembelajaran Daring atau belajar dari rumah, dan layanan administrasi bagi masyarakat.

Dalam pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran Daring atau Belajar Dari Rumah dibutuhkan dukungan dari semua pihak mulai dari orang tua, guru/pendidik, sekolah/Lembaga Pendidikan hingga Pemerintah. Dalam perjalannya Kegiatan Pembelajaran Daring ini, tentunya banyak ditemui kendala mulai dari keterbatasana sarana dan prasarana yang dimiliki oleh sekolah, siswa ataupun guru, kurangnya penguasaan Teknologi Informatika, keterbatasana Jaringan Internet, hingga masalah biaya.

Adanya perubahan pembelajaran dari Manual atau tatap muka menjadi Pembelajaran Daring atau Jarak Jauh, tetap tidak akan mampu menghapuskan fungsi utama pendidikan yaitu mengembangkan kemampuan dan membentuk watak, kepribadian dan serta peradaban yang bermartabat, yang siap mencetak generasi yang tangguh, yang sehat dan cerdas dan siap mengisi kemerdekaan. Perubahan Model Pembelajaran ini pun tidak mampu menggantikan peran Guru sebagai pendidik yang akan selalu dinanti oleh anak didiknya. Pembelajaran Daring hanya semata-mata  sebagai media untuk mentuntaskan kompetensi yang harus dicapai siswa, dalam hal ini hanya pada ranah Kognitif saja, selanjutnya untuk pencapaian pada ranah Psikomotor, Afektif (sikap social dan spiritual ) sulit untuk dipantau.

Semoga dengan adanya wabah covid-19 yang berdampak ke pendidikan, mampu mejadikan kita sebagai pendidik yang selalu siap hadir untuk anak didiknya berdalam segala kondisi. Amiin Yaa Robbal’alamin,,,,

Baca Juga

0 Komentar

Belum ada komentar

Kirim Komentar

Nama Anda

Kota

Email

Komentar