Website SMA Negeri -  1 Pangkalan Bun

Kategori Berita

Kontak

  • Telp
    0532-21233
  • Fax
    0532-21233
  • Email
    sma1pbun@yahoo.co.id

Layanan Lain

  • Cek Absen Online
  • Kemdikbud
  • Sertifikasi Guru
  • BSE
  • Rumah Belajar

Statistik Pengunjung

Total Pengunjung :
IP address anda : 3.227.235.183

PEMBELAJARAN DARING DITENGAH BALADA COVID 19 Oleh: Andri Mangestiwi, S.Pd

Umum - 25 April 2020

PEMBELAJARAN DARING DITENGAH BALADA COVID 19

SMANSA PANGKALAN BUN, 14 April 2020

Oleh: Andri Mangestiwi, S.Pd

Pendemi covid-19 yang sebarannya begitu masif, membawa kondisi masyarakat dalam kepanikan yang berlipat. Virus yang mampu berpindah dalam jarak dekat dalam waktu yang sangat singkat mendorong adanya kebijakkan sosial dan physical distance. Kebijakkan yang mampu mengguncang berbagai sendi kehidupan menuju krisis. Ancaman pelambatan pertumbuhan ekonomi mengancam di depan mata. Tak kecuali sektor pendidikan, kebutuhan dasar anak-anak itu juga mengalami gangguan.

Setelah mengamati pola infeksi  covid -19 pada satu bulan pertama dari merumahkan anak untuk belajar jarak jauh tanpa tatap muka di kelas dan melindungi guru dengan bekerja dari rumah (WFH), hal ini sepertinya menjadi salah satu kebijakkan cukup efektif untuk memutus mata rantai perkembangan virus yang hanya hidup jika ada inangnya. Oleh karena itu mempertimbangkan banyak hal termasuk kebijakan kementrian pendidikan tiap wilayah kembali memperpanjang masa belajar di rumah.

Menambah masa belajar dalam jaringan (daring) atau online atau apapun itu namanya tentunya menuai banyak ujaran dari berbagai sudut pandang pro dan kontra. Hal ini disebabkan karena melalui pola belajar yang baru membuat semua komponen harus bergerak dengan cepat untuk menyesuaikan diri, orang tua, sekolah, guru, siswa dan masyarakat menjadi bagian yang terdampak wabah pendemi  ini.

Suatu hal yang mendadak, dimana guru dipaksa melakukan pembelajaran online yang sebelumnya tidak pernah dipersiapkan oleh guru. Kurangnya persiapan guru dalam menghadapi sistem pembelajaran daring (online) menjadi salah satu faktor hambatan dalam pembelajaran di rumah walaupun bisa menjadi peluang untuk guru mengembangkan diri.

Adanya berbagai aplikasi pembelajaran (google classrom,webex, zoom, ruang guru, dan lainnya) dan berbagai portal, web pembelajaran baik dari kemendikbud maupun dari pihak lain menjadi alternatif-alternatif metode pembelajaran yang bisa digunakan untuk pembelajaran di rumah. Guru bisa memilih sesuai selera yang mereka mau. Tinggal bagaimana menggunakannya dengan baik. Platform media sosial juga bisa dimanfaatkan untuk belajar lewat gawai sehingga bisa mengurangi kapasitas penyimpanan gadget baik siswa mupun guru yang harus menyimpan berbagai file materi pembelajaran, pengumpulan berbagai file dari para siswa yang tidak sedikit jumlahnya.

Belajar dalam ruang digital ada dua teknik. Pertama, guru dan siswa online di waktu yang bersamaan. Siswa mendapatkan penjelasan langsung, melakukan tatap muka dengan cara teleconference. Kedua, guru memberikan petunjuk yang jelas, tugas yang harus dilakukan, lalu siswanya bisa mengerjakan tugas itu dengan waktu disesuaikan dengan situasi siswa didik (paket data, sinyal,dll).

Prinsip yang harus diperhatikan dalam belajar daring adalah adanya interaksi guru dan siswa namun dalam digital sehingga guru tetap harus menyusun rencana pembelajaran. Misalnya jika siswa harus membaca, harus jelas buku apa, halaman berapa. Petunjuk tugasnya juga mesti rinci dan pasti. Guru kurang bijak jika memerintahkan siswanya membaca, petunjuknya 'yang penting membaca', tanpa kejelasan bacaan yang dimaksud apakah sesuai dengan tujuan pembelajaran atau tidak.

Konten pembelajaran yang disusun juga sebaiknya sederhana tapi kontekstual, bermakna, mampu meningkatkan kemampuan kemandirian dan life skill jg terkait dengan isu kekinian. Dalam sehari anak cukup belajar satu matapelajaran, dengan durasi satu setengah sampai dua jam di pagi hari. Sekolah tak perlu mewajibkan siswanya mengaktifkan gadgetnya sepanjang hari layaknya pembelajaran di kelas menyesuaikan jadwal yang telah ada.

Dalam suasana tidak normal seperti saat ini, penyediaan layanan pembelajaran tak harus dibikin senormal mungkin. "Membebani siswa dengan gunungan tugas tak akan membuat mereka pintar dadakan".

Namun adanya situasi seperti ini, menyebabkan tidak adanya  metode pembelajaran paling baik, yang ada metode pembelajaran paling sesuai.  Mungkin ada yang berpikir bahwa metode miliknya paling unggul karena menggunakan aplikasi paling muktahir di jamannya, bisa jadi itu hanya cocok untuk daerah perkotaan yang punya fasilitas lengkap, kesadaran orang tua tinggi, anak didik sudah melek teknologi, lantas bagaimana dengan anak didik yang di pedalaman,misalnya yang ada di wilayah Kotawaringin Barat dengan sebaran siswa yang tidak hanya di perkotaan, signal tidak konsisten, hp milik orang tua, dibawa kerja dulu baru sepulangnya anak-anak mengerjakan tugas.

Oleh karena itu guru dituntut harus selalu selektif dalam melaksanakan pembelajaran di rumah, jangan sampai pembelajaran daring hanya sebatas pemberian soal-soal latihan yang sangat banyak dengan tegat waktu yang pendek tanpa ada umpan balik. Selalu upayakan murid murid memperoleh pengalaman belajar yang bermakna , tugas yang mampu mendorong life skill dan relevan dengan situasi saat ini dengan mempertimbangan berbagai faktor salah satunya adalah psikologis anak, melalui tugas yang diberikan. Jika hanya sekedar latihan soal berjibun yang diberikan tidak mendorong tumbuhnya kecakapan hidup, tanpa pengalaman bermakna maka Google  jauh lebih baik. Jangan menjadi guru kemaruk!!! Jangan sampai menjadi guru yang bisa digantikan teknologi. Jadikan diri guru yang mengajar dengan inspirasi, penuh refleksi, menggugah, bahwa nilai guru tidak pernah bisa digantikan teknologi (ANIES BASWEDAN).

Berbagai suara sumbang terkait siswa dan orang tua yang mengeluh, bagaimana siswa diharuskan mengaktifkan gadgetnya dari  07.00 sd 15.00, penuhnya toko hanndphone dan laptop karena rengekan anak belum lagi pulsa dan data paket terbatas yang menyebabkan anak didik berkumpul di area free wifi sehingga anjuran utk social distace menjadi tak bermakna  bahkan menjadikan beberapa anak didik dan orang tuanya cenderung stress karena tugas yang diberikan termasuk kendala yang ditemui ketika anak belajar di rumah.

Sampai akhirnya Mas Menteri Nadiem Makariem dalam beberapa pemberitaan angkat bicara bahwa pola ini tidak harus seratus persen online, bahkan program terbaru dari kementrian menggunakan media TVRI sebagai sumber belajar siswa merupakan salah satu upaya membantu siswa yang  pulsa, jaringan dan akses internetnya terbatas.

Guru dituntut untuk menemukan pola pendidikan dengan ide-ide kreatif, tidak melulu tugas, tidak harus akademis, namun dengan pola lebih bermakna agar membawa siswa ke pembelajaran tentang kehidupan sehari-hari yang wajib mereka pelajari bukan cuma pelajaran-pelajaran dalam kurikulum yang di ikat SK/KD. Berusaha menjadikan  kejadian pendemi ini adalah kesempatan pendidik mengajarkan anak-anak agar menjadi pribadi yang bijak, memotivasi mereka untuk melangkah ke dalam diri, melakukan kontemplasi atas kejadian yang menguji kemanusiaan ,untuk saling menguatkan kebersamaan di tengah keberlimpahan informasi yang kerap merancukan kebenaran informasi itu sendiri.

Lebih membuka cakrawala para pendidik, siswa dan orang tua dan masyarakat luas bahwa tidak hanya guru dan buku yang bisa dijadikan sumber belajar, menjadikan momentum ini untuk lebih mengakrabkan generasi dengan teknologi digital mengajarkan bahwa internet tidak hanya media sosial dan youtube tapi juga tempat selancar sumber pengetahuan. Krisis tak melulu mendera tentang kepahitan, dengan  krisis kita ditantang agar mampu berinovasi dengan daya kreativitas yang kita miliki, juga ujian yang mampu mendorong kita bijak bertindak dan bajik bersikap.

Bila juru didik gagal paham menyediakan layanan pembelajaran yang bermakna, maka siswa hanya akan di posisikan sebagai objek yang aktif karena instruksi belaka, terlebih membebaninya, padahal mereka perlu tenang dan sehat.

Tanpa pedoman umum, petunjuk teknis maupun petunjuk pelaksanaan yang jelas, sejatinya suatu kegiatan akan sulit berjalan dengan terukur dan terarah, berpeluang untuk ngambang dan kehilangan arah, namun apresiasi yang luar biasa dari keterbatasan , tidak lantas membuat guru kehilangan cara dan metode pengajaran.

Menterjemahkan apa yang diharapkan pak menteri,  cukup menarik, sederhana namun berefek baik terhadap perilaku anak.  Pada usia SMA  pembelajaran yang mengedepankan pembiasaan yang menuntut anak untuk melatih kemandirian, life skill, penumbuhan empati dan kemanusian dengan menkolaborasikan berbagai bidang ilmu untuk mendukung kehidupannya kelak sangat diperlukan. Kegiatan pembelajaran yang mampu menampung energi muda mereka dan menjawab berbagai penasaran  tentang kehidupan namun mampu di kerjakan di rumah menuntut guru harus penuh kreativitas agar pembelajarannya tidak menjemukan.  Kegiatan pembelajaran yang mampu menumbuhkan jiwa juang, kreativitas dan kepekaan sosial dan kewirausahaan semisal tugas yang terkait dengan pendemi  covic 19 yang bisa mereka jadikan konten youtube, gerakan kampanye sosial ataupun mampu menggerakkan masyarakat untuk berdonasi  bisa menjadi alternatif tantangan untuk anak didik SMA ini. Jadikan pembelajaran dalam krisis ini sederhana  namun cukup memberikan kesan, sehingga setelah anak masuk sekolah kembali, diharapkan anak didik kita lebih berkarakter, lebih mandiri, berempati , berjiwa sosial dan selalu tidak melupakan Tuhannya dalam menyikapi krisis dunia ini.

Pada akhirnya, dengan adanya belajar daring, semoga wabah pandemi Covid-19 di Indonesia segera berakhir, hubungan orang tua-anak semakin akrab dan putra-putri Indonesia semakin cerdas dan bermanfaat.

LAMPIRAN

Beberapa hasil karya siswa SMANSA mengikuti pembejaran daring, asyik dan menyenangkan dan link karya mereka yg bisa menjadi cerita dan sejarah pembelajaran.

  1. https://www.youtube.com/watch?v=GovubNxNuaE&feature=share&fbclid=IwAR3K600n4VyC-r_F50rD6RpJoF8F5aw1hzZDhlATsqWPFrsc4cr17XXFYfg
  2. https://www.youtube.com/watch?v=eamwbvf3IAs&feature=share&fbclid=IwAR2e4qeNCXVcWx5eaotUryuvc2q5Tmx7hTcMMohz7a7oDnBvHxqRUoo5Irc
  3. https://www.facebook.com/novita.purwaningrum.1/videos/1101606383526295/?t=7
  4. https://www.youtube.com/watch?v=amI9x-5i36A&feature=share&fbclid=IwAR2f6-sfyryE0em5X2Z_aEEKOPYtXlDZ8xBJzZeN-ADzPqpAU0Yueoh4Uy8

Baca Juga

2 Komentar

ElallileCek

21 September 2020

casino online slots http://onlinecasinouse.com/# - vegas casino slots casino game <a href="http://onlinecasinouse.com/# ">casino bonus codes </a> online gambling

BillyKes

26 Desember 2020

Яндекс

Kirim Komentar

Nama Anda

Kota

Email

Komentar